Anjing Mirip Srigala Ditemukan di Dataran Tinggi Papua

By Redaktur Berita-Z 11 Okt 2018, 14:41:44 WIBDaerah

Anjing Mirip Srigala Ditemukan di Dataran Tinggi Papua

Keterangan Gambar : Anjing Singing Dog Papua (Foto: dok. Istimewa)


MANOKWARI- Para peneliti menemukan spesies anjing baru yang hidup di kawasan Grasberg, di Tembagapura, Mimika, Papua. Anjing yang serupa serigala itu tidak dapat menggonggong, hanya mengeluarkan suara teriakan panjang atau melolong.
 
"Memiliki ciri-ciri mirip dingo di Benua Australia. Karena belum memiliki nama ilmiah, kami kemudian menyebutnya 'Singing Dog'," kata peneliti dari Universitas Cenderawasih Papua, Hendra Kurniawan Maury, kepada detikcom, Rabu (10/10/2018).
 
Menurut Hendra, pada 1989 seorang fotografer berkebangsaan Amerika sempat mengabadikan hewan ini. Saat itu ia mendaki Puncak Mandala, Papua. 
 
"Dokumentasi ini sempat ditayangkan oleh stasiun televisi National Geographic dan menimbulkan banyak spekulasi dan proyeksi dari zoologi di berbagai belahan bumi tentang keberadaan dingo di Tanah Papua. Anjing ini mirip serigala. Hidup di ketinggian 7.500 meter di atas permukaan laut," ujar Hendry.
 
Penelitian terhadap Singing Dog pertama kali dilakukan pada 2016. Peneliti datang dari dari Universitas Negeri Papua dan New Guenia Highland Wild Dog Foundation, James Mcintyre. Metode penelitian yang digunakan berupa observasi yang dilakukan secara langsung maupun menggunakan camera trap untuk mendeteksi keberadaan anjing-anjing daratan tinggi.
 
Dari penelitian itu, diketahui Singing Dog hidup di dataran tinggi, minimal 7.000 meter di atas permukaan laut. Hewan ini biasa hidup berkelompok yang terdiri atas empat ekor anjing. 
 
Pimpinan kelompok adalah anjing jantan, dengan tiga ekor betina. Oleh masyarakat asli suku Amume dan Kamoro, anjing ini dianggap sebagai nenek moyang mereka.
 
Diakui Hendra, pada 2016 hingga 2018 tim dari Universitas Cenderawasih telah melakukan penelusuran tentang Singing Dog untuk mencari tahu apakah lebih primitif dibanding dingo atau lebih modern. 
 
"Jika dilihat dari beberapa ciri fisiknya, Singing Dog lebih primitif dibandingkan dingo. Ciri fisiknya, kepalanya lebar, kemudian dari susunan kanisnya yang lebih besar, menunjukkan Singing Dog lebih primitif dibandingkan dingo," jelas Hendra. 
 

Para peneliti masih melakukan survei untuk membandingkan ciri-ciri populasi highland wild dog (HWD) di daerah Pegunungan Tengah Papua dengan New Guinea Singing Dog (NGSD) yang ada di penangkaran. Selain itu, HWD yang diamati di daerah yang terisolasi ini terlihat memiliki ukuran tubuh yang agak lebih besar daripada NGSD.

HWD memiliki tubuh yang lebih besar, lebih tinggi, dan lebih panjang ukuran tubuhnya ketimbang NGSD dan HWD secara morfologi lebih mirip dengan anjing dingo di Australia.
 

Penemuan spesies baru anjing dataran tinggi ini dipublikasikan pada saat pelaksanaan Internasional Conference On Biodiversity, Ecotourism and Cretive Economy atau ICBE 2018 di kantor Gubernur Papua Barat.
 
Sumber : Detik.com 



 



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Siapakah Calon Walikota dan Wakil Walikota Padang Favorit Anda?
  Mahyeldi Ansyarullah - Emzalmi
  Robby Prihandaya - Dewi Safitri
  Tommy Utama - Laura Hikmah
  Willy Fernando - Vicky Armita
  Laura Himah i Nisaa - Safaruddin

Komentar Terakhir

  • Benefits of Cheese

    This is really very nice post you shared, i like the post, thanks for sharing.. ...

    View Article
  • Milk

    I really enjoyed reading this post, big fan. Keep up the good work andplease tell ...

    View Article
  • Dates

    I really enjoyed reading this post, big fan. Keep up the good work andplease tell ...

    View Article
  • Benefits of Apricot

    Superbly written article, if only all bloggers offered the same content as you, the ...

    View Article