Arek Surabaya Bikin Aplikasi Toko Online Bantu UMKM Go Digital

Arek Surabaya Bikin Aplikasi Toko Online Bantu UMKM Go Digital

Perbesar

Akhmad Ghofarudin Kurniawan (23), pemuda asal Surabaya, Jawa Timur ini menciptakan platform untuk membantu UMKM go digital.

Liputan6.com, Surabaya – Akhmad Ghofarudin Kurniawan (23), pemuda asal Surabaya, Jawa Timur ini menciptakan platform JustApp untuk mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) membuat toko online sendiri selama pandemi COVID-19.

JustApp ini diklaim akan memudahkan seseorang menyelesaikan tugas hariannya membuat toko online sendiri sehingga mendorong efek positif pada pertumbuhan perusahaan.

“JustApp berkomitmen untuk menghadirkan teknologi dalam membantu peningkatan produktifitas perusahaan. Kami mencoba untuk memberi solusi dengan menghadirkan tools pembuatan aplikasi yang mudah dan cepat,” kata pemuda yang akrab disapa Iwan ini di Surabaya, ditulis Sabtu, (5/9/2020).

Iwan mengaku ingin membantu perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sejak enam tahun lalu dia membuat terobosan supaya para pelaku UMKM bisa go-digital.

Kini, Iwan sudah memiliki platform sendiri. Para pelaku UMKM bisa dengan mudah memiliki aplikasi tanpa harus bergantung pada marketplace besar.

Menurut Iwan, platform yang dia ciptakan itu tidak ujugujug jadi. Butuh proses cukup panjang sebelum benar-benar ditemukan cara yang dianggap tepat untuk memajukan bisnis UMKM supaya bisa go digital.

Pemuda yang juga pengembang aplikasi Kampung Tangguh Semeru milik Polda Jatim itu mengatakan tertarik pada dunia IT sejak 2011. Tidak ada yang mengajari Iwan. Dia juga tidak sekolah maupun kuliah di jurusan IT.

Suami Martha Kurnia Prapisnindyah itu malahan mengaku belajar secara otodidak. “Sering browsing di internet soal cara pembuatan aplikasi,” tutur dia.

Sempat Buat Website

Arek Surabaya Bikin Aplikasi Toko Online Bantu UMKM Go Digital

Perbesar

Akhmad Ghofarudin Kurniawan (23), pemuda asal Surabaya, Jawa Timur ini menciptakan platform untuk membantu UMKM go digital. (Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Kurang lebih tujuh tahun lalu dia belajar bikin website, tepatnya pada 2012. Tidak sulit memang. Karena itu, dia ingin mencari tantangan lain. Akhirnya, sambil bikin website Iwan juga belajar coding, yaitu membaca kode dan algoritma komputer yang berkaitan dengan sistem operasi perangkat lunak dan perangkat keras.

Pada 2012, selain belajar Iwan bisa membuat aplikasi untuk sistem operasi OS Android dan iOS Apple. Aplikasi pertama yang dia buat adalah livescore.

Menurut Iwan, aplikasi tersebut memang sederhana. Fungsinya hanya untuk menampilkan skor pertandingan bola dari berbagai negara di dunia. Karena skalanya tidak terbatas negara, Iwan mengatakan, saat itu yang mengunduh aplikasinya mencapai 4 jutaan.

Padahal, Iwan merasa hanya coba-coba. Namun, jumlah user bisa sampai 4 juta. Iwan lantas tertantang membuat aplikasi lain yang lebih bermanfaat. Lalu pada pada 2014, Ia membuat aplikasi toko online versi Android. Modelnya seperti marketplace yang menampung banyak pedagang kecil.

Masalahnya, saat itu pengguna ponsel Android tidak banyak. Yang masih tren saat itu adalah BlackBerry yang sistem operasinya lebih rumit. Para pelaku UMKM pun masih memanfaatkan website dan media sosial. Itu pun tak banyak.

Meski demikian, Iwan tidak ingin meninggalkan proyeknya tersebut. Dia tetap mempertahankan dan mengembangkannya. Ia percaya pengguna android akan semakin meningkat. Hal itu terbukti pada 2015-2016 user android melejit. “Yang download puluhan ribu. Mulai banyak user tahun 2017,” katanya.

Dari situlah mulai dibuat aplikasi kasir untuk pembukuan UMKM dan dibagikan secara gratis. Melihat potensi cukup bagus, pada 2019 aplikasi toko online dikembangkan untuk segmen UMKM. Di dalamnya ada fitur untuk permodalan tanpa jaminan. “Banyak user tidak bayar,” kata dia.

 

Bantu Pelaku UMKM Go Digital

Arek Surabaya Bikin Aplikasi Toko Online Bantu UMKM Go Digital

Perbesar

Ilustrasi aplikasi (Sumber: Pixabay)

Pada 2020 di tengah pandemi, Iwan membikin aplikasi workout. Yakni berisi tutorial olahraga selama pandemi Covid-19. Dan kini, melalui JustApp, Iwan bersama rekannya Nico, ingin menghadirkan dan membantu pengguna perangkat seluler mendapatkan aplikasi sesuai dengan kebutuhan mereka.

Membuat aplikasi itu cenderung mahal, kata Iwan. Satu aplikasi bisa dibanderol sampai Rp 40 juta. Namun melalui JustApp, semua orang kini bisa mendesain aplikasinya sendiri. “Modal Rp 100 ribu bisa punya aplikasi sendiri,” ujar dia.

Terlebih, mereka bisa menentukan fitur yang ada di dalamnya sendiri. Termasuk menentukan promo harga sendiri. Jenis aplikasi yang bisa dibikin juga beragam. Mulai kuliner, perhotelan dan pariwisata, online shop, jasa, dan lain-lain.

Senada dengan Iwan, Founder JustApp Technology, Nico, mengatakan kini sebagian besar user JustApp merupakan pelaku UMKM. Misi utamanya, yakni membantu para pelaku UMKM go digital.

“Sejak awal memang ingin membantu pelaku UMKM lebih berkembang di era digital. Harapannya, pelaku UMKM bisa berkembang. Karena sektor ekonomi kreatif berbasis kerakyatan bisa membantu pengembangan ekonomi daerah,” ujar dia.